Albert Einstein Si Jenius yang Mengguncang Ilmu Pengetahuan

Albert Einstein Si Jenius yang Mengguncang Ilmu Pengetahuan
Selamat malam Gaes kali ini Bang Rey Sang Calon Pewaris Tunggal Tahta Kerajaan United of Manchester ini akan kasih tahu kalian tentang siapa itu Albert Einstein. Simak dan pelajari agar kita termotivasi untuk membangun Negeri, “kelllasss“.
Albert Einstein lahir di Ulm, Kekaisaran Jerman, pada tahun 14 Maret 1879, saat ia masih kecil “Kecil Sekali, Se Kerikil, wkwkwk“, belum ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa ia kelak akan dikenal sebagai salah satu manusia paling jenius dalam sejarah peradaban umat manusia.
Asal kalian tahu bahwa Einstein mengalami keterlambatan dalam berbicara dan bahkan pernah dianggap sebagai anak yang pemberontak oleh para gurunya karena tidak menyukai sistem pendidikan formal yang menurutnya terlalu kaku dan otoriter.
Jujurly Bang Rey Juga Pernah Merasa Begitu, Bukan karena mata pelajarannya, tapi karena bangku sekolahan tidak mengajarkan kepada ku tentang bagaimana caranya menjalani hidup dengan bahagia dan penuh rasa syukur, mereka selalu menuntut ku untuk menjadi sempurna, Nilai 100 misalnya.
Lanjut ke cerita Albert Einstein, Saat bisnis ayahnya mengalami kebangkrutan, keluarganya memutuskan untuk pindah ke Italia. Sehingga Einstein memilih untuk meninggalkan sekolahnya di Jerman. Setelah pindah ke Italia, ia mencoba untuk mengikuti ujian masuk Politeknik Zurich (ETH) di Swiss, tetapi gagal pada percobaan pertamanya karena nilai mata pelajaran yang didapatkannya (non-sains) memperoleh nilai yang sangat buruk, seburuk apa? Ane nggak tau!!.
“Einstein yang se jenius itu ae tau gagal, opo maneh awakmu yang notabennya pinter ae ora, Huwahaha” Wes ngerti ngono kok panggah ra gelem sinau, Ancen cah mendo.!!
Setelah melanjutkan pendidikan di Aarau dan memperbaiki kemampuan akademiknya, Einstein akhirnya berhasil diterima di ETH Zurich. Ia lulus pada tahun 1900 sebagai guru matematika dan fisika. Namun, karena ia sering berdebat dengan para profesor, akhirnya tidak ada satu pun dosen yang bersedia memberikan surat rekomendasi kerja untuknya.
Yah, mirip-mirip kek kasus siswa yang ikut lomba cerdas cermat di gedung DPR, mereka tidak mau menerima interupsi, maunya cuma klarifikasi, itupun bukan untuk meminta maaf, melainkan untuk menyelamatkan reputasi dan karir!!. Kesel banget gua sumprit.!!!
Baca Juga : Isaac Newton Si Jenius Penyendiri yang Sukses Mengubah Dunia
Era Albert Einstein Pada Tahun Keajaiban (Annus Mirabilis)
Selama dua tahun setelah lulus, Einstein menjalani kehidupan yang tidak menentu, ia sempat bekerja sebagai guru les panggilan dengan perolehan penghasilan yang sangat terbatas, “bisa dibilang miskin, mirip kek gaji UMR di Banjarnegara, wkwkwk”, gimana mau maju yak, kalau buruh yang notabennya sebagai penggerak roda perekonomian bangsa dan guru yang sebagai seorang pendidik generasi bangsa tidak di sejahterakan.
Maksud ku, Manusia yang sangat penting dalam kehidupan bernegara saja tidak diperhatikan, apalagi aspek lainnya. Logis kan??
Pada tahun 1902, berkat bantuan ayah dari seorang temannya, akhirnya Einstein memperoleh pekerjaan tetap sebagai Asisten Pemeriksa Tingkat III di Kantor Paten Swiss yang berlokasi di Bern. Tugas hariannya adalah menelaah dokumen serta menilai kelayakan berbagai teknologi baru yang diajukan untuk memperoleh hak paten pada saat itu.
Di tengah rutinitas pekerjaannya sebagai bagian pemeriksa berkas paten, Einstein justru berhasil mengembangkan berbagai gagasan ilmiah yang kemudian mengubah sejarah sains. Pada tahun 1905 inilah yang pada akhirnya menjadi titik balik hidup Einstein yang dimana ia menerbitkan empat makalah ilmiah revolusioner di jurnal Annalen der Physik yang berhasil mengubah cara manusia memahami alam semesta, tahun ini dikenal dengan Annus Mirabilis atau Tahun Keajaiban.
Berikut ini adalah 4 makalah Einstein:
1. Efek Fotolistrik
Melalui makalah ini, Einstein menunjukkan bahwa cahaya tidak hanya berperilaku sebagai gelombang, tetapi juga sebagai paket-paket energi diskret yang kemudian dikenal sebagai foton. Penelitian tersebut mengantarkannya meraih Hadiah Nobel Fisika pada tahun 1921 sekaligus menjadi salah satu fondasi utama lahirnya mekanika kuantum.
2. Gerak Brown
Dalam makalah ini, Einstein menyajikan bukti matematis yang mendukung keberadaan atom dan molekul melalui analisis terhadap gerakan acak partikel-partikel kecil di dalam air.
3. Relativitas Khusus
Einstein memperkenalkan gagasan bahwa ruang dan waktu bukanlah sesuatu yang mutlak, melainkan bersifat relatif bergantung pada kecepatan pengamat. Melalui teori ini pula ditegaskan bahwa kecepatan cahaya merupakan batas kecepatan tertinggi yang dapat dicapai di alam semesta.
4. Kesetaraan Massa-Energi
Sebagai pelengkap teori relativitas khusus, Einstein menerbitkan makalah singkat yang melahirkan persamaan paling terkenal dalam sejarah ilmu pengetahuan, yaitu E = mc². Persamaan tersebut menjelaskan bahwa massa dapat diubah menjadi energi dalam jumlah yang sangat besar.
Puncak Karir Albert Einstein dalam Bidang Akademik
Aaahkhh, capek banget ges ges, Setelah keberhasilan luar biasanya pada tahun 1905, nama Einstein mulai diakui secara luas oleh komunitas ilmiah internasional. Karier akademiknya berkembang sangat pesat. Dari seorang pegawai kantor paten, ia bertransformasi menjadi dosen dan profesor di sejumlah universitas bergengsi di Eropa, termasuk Universitas Zurich, Universitas Charles di Praha, dan ETH Zurich.
Itu dia, Buktikan bahwa kita benar-benar bisa membangun bangsa sebagaimana Einstein pernah tidak lulus tes di Politeknik Zurich (ETH) Swiss namun pada akhirnya malah jadi pengajar di berbagai kampus.
Pada tahun 1914, Einstein diangkat sebagai Direktur Institut Fisika Kaisar Wilhelm sekaligus Profesor di Universitas Berlin. Setahun kemudian, tepatnya pada tahun 1915, ia mempublikasikan karya terbesarnya, yaitu Teori Relativitas Umum. Melalui teori ini, Einstein menjelaskan bahwa gravitasi bukanlah gaya tarik-menarik yang bekerja secara instan sebagaimana pemahaman dalam teori Isaac Newton, melainkan merupakan akibat dari kelengkungan ruang dan waktu yang disebabkan oleh keberadaan massa serta energi.
Teori yang pada awalnya dianggap sangat radikal tersebut akhirnya memperoleh pembuktian pada tahun 1919 melalui pengamatan gerhana matahari total yang dilakukan oleh Sir Arthur Eddington. Hasil pengamatan itu menunjukkan bahwa gravitasi Matahari benar-benar mampu membelokkan cahaya bintang. Sehari setelah hasil tersebut dipublikasikan, wajah Einstein menghiasi berbagai surat kabar di dunia dan ia pun dikenal sebagai selebritas global sekaligus simbol kejeniusan manusia.
Masa Pengasingan dan Migrasi ke Amerika Serikat
Memasuki dekade 1930-an, kondisi politik di Jerman semakin memburuk seiring bangkitnya Adolf Hitler dan Partai Nazi. Sebagai ilmuwan keturunan Yahudi sekaligus seorang pasifis yang secara terbuka menentang perang, Einstein menjadi salah satu sasaran rezim Nazi. Karya-karyanya dicap sebagai “Fisika Yahudi” yang dianggap sesat, buku-bukunya dibakar di depan umum, bahkan pemerintah Nazi menawarkan hadiah ribuan mark bagi siapa saja yang dapat menangkapnya.
Beh, ngeri betul itu si hitler, kabeh kabeh di babat!! La piye, Kumise dewe ae di babat kerek tengahe tok wkwkwk.
Menyadari keselamatannya sedang terancam, akhirnya Einstein memutuskan untuk meninggalkan Jerman pada tahun 1932. Ia kemudian berimigrasi ke Amerika Serikat dan menerima posisi sebagai profesor di Institute for Advanced Study yang berlokasi di Princeton, New Jersey. Di sana, ia menjalani sisa kehidupannya dalam lingkungan akademik yang aman, jauh dari pergolakan Perang Dunia II yang melanda Eropa.
Surat dari Albert Einstein untuk Roosevelt dan Proyek Manhattan
Walaupun dikenal sebagai seorang pasifis yang menolak peperangan, Einstein tetap memiliki keterlibatan tidak langsung dalam lahirnya era nuklir. Pada tahun 1939, karena khawatir para ilmuwan Nazi tengah mengembangkan bom atom, Einstein bersama fisikawan Leo Szilard menulis surat kepada Presiden Amerika Serikat Franklin D. Roosevelt. Surat tersebut berisi dorongan agar pemerintah Amerika Serikat segera memulai penelitian serupa. Surat itu kemudian menjadi salah satu pemicu lahirnya Proyek Manhattan, program rahasia yang berhasil menghasilkan bom atom pertama di dunia.
Meskipun demikian, Einstein sendiri tidak pernah dilibatkan dalam proyek tersebut karena pihak militer menganggapnya sebagai risiko keamanan akibat pandangan politiknya yang dinilai terlalu condong ke kiri. Setelah bom atom dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945, Einstein merasa sangat menyesali pengembangan senjata nuklir tersebut. Ia kemudian menghabiskan sisa hidupnya dengan mengampanyekan untuk perlucutan senjata nuklir untuk menjaga perdamaian dunia.
Masa Tua Albert Einstein
Pada masa tuanya di Princeton, Einstein tetap menjadi sosok ilmuan yang sangat dihormati. Ketika banyak ilmuwan muda mulai memusatkan perhatian pada mekanika kuantum yang didasarkan pada probabilitas dan ketidakpastian, Einstein menolak pendekatan tersebut. Sikapnya tercermin dalam kutipan terkenalnya,
“Tuhan tidak sedang bermain dadu dengan alam semesta.” Kuotes bai Albert Einstein x Bang Rey Ganteng, Huwahahah…
Alih-alih mengikuti arus perkembangan tersebut, Einstein lebih memilih untuk menghabiskan tahun-tahun terakhir dalam hidupnya untuk mengejar impian besar yang dikenal sebagai Unified Field Theory atau Teori Medan Terpadu. Ia berusaha menyatukan gaya gravitasi dan gaya elektromagnetik ke dalam satu rumus matematika yang mampu menjelaskan seluruh hukum alam semesta dalam sebuah “Teori Segala Sesuatu”.
Einstein Meninggal pada 18 April 1995 yang disebabkan oleh pecahnya aneurisma aorta perut. Ia Meninggalkan rumus terakhirnya diatas meja kerjanya yang belum pernah berhasil untuk ia selesaikan.
Cukup sekian dulu ges, mudeng ra mudeng iku urusan mu, urusan ku cuma nyatet, Bang Rey yang Gagah, Lemah Lembur dan Budiman ini mau ngopi dulu sama Pakde Jekicen di angkringan janda muda desa sebelah, wkwkwk..
Matur Tengkyu eeeeen, Se yu.!!
Baca Juga:
Apa Itu Waktu? Menurut Ilmu Pengetahuan Fisikawan dan Filsuf
